Skip to main content

Direktori Wisata Sumba Barat Daya | Dinas Pariwisata Sumbadaya

Situs Kampung Adat Toda

1 Day

Situs Kampung Toda merupakan salah satu kampung situs dan destinasi wisata budaya di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Kampung ini menjadi bagian penting dari kekayaan budaya masyarakat Kodi, dengan kehidupan tradisional, rumah adat, benda-benda pusaka, serta kubur batu megalitik yang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Daya tarik utama Kampung Toda terletak pada keaslian kampung adat dan warisan budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat. Kampung ini memiliki sekitar 22 rumah adat (Uma Kalada) serta 89 kubur batu tua yang menjadi bagian dari lanskap budaya kampung.

Salah satu bagian penting dari kampung ini adalah Uma Toghi Alli, rumah menara yang dahulu dibangun oleh Rato Modo sebagai tempat penyimpanan sementara benda-benda pusaka. Setelah itu dibangun Uma Kahilla, sebuah rumah khusus yang digunakan untuk menyimpan benda-benda sakral peninggalan leluhur seperti tombak, patung, pisau, keris, batu delima, mamoli, dan berbagai benda pusaka lainnya.

Keberadaan benda-benda pusaka tersebut menjadikan Kampung Toda bukan sekadar tempat untuk melihat rumah tradisional, tetapi juga ruang untuk memahami hubungan masyarakat dengan sejarah, leluhur, adat, dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Letaknya yang berada di kawasan Pero Batang juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menggabungkan wisata budaya dengan kunjungan ke kawasan pesisir dan Pantai Pero.

Aktivitas Wisata

Wisatawan yang berkunjung ke Kampung Toda dapat melakukan berbagai aktivitas berbasis pengalaman budaya, antara lain:

– Menjelajahi kampung adat dan melihat langsung rumah-rumah tradisional masyarakat Kodi.

– Mengenal sejarah Kampung Toda melalui cerita masyarakat dan tokoh adat setempat.

– Mengamati kubur batu megalitik yang terdapat di dalam maupun sekitar kawasan kampung

– Mengenal rumah pusaka Uma Kahilla dan memahami nilai budaya yang melekat pada benda-benda peninggalan leluhur.

– Menyaksikan aktivitas kehidupan masyarakat, seperti kegiatan pertanian, peternakan, tenun, anyaman, dan aktivitas keseharian lainnya, apabila tersedia dan diizinkan oleh masyarakat.

– Mengikuti atau menyaksikan upacara adat tertentu, termasuk prosesi pembersihan benda-benda pusaka, apabila kunjungan bertepatan dengan pelaksanaan ritual dan wisatawan telah memperoleh izin dari tokoh adat.- Menginap di rumah warga atau homestay untuk mendapatkan pengalaman tinggal lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.- Mengunjungi kawasan Pantai Pero sebagai bagian dari perjalanan wisata budaya dan bahari di kawasan Pero Batang.

Kegiatan yang berkaitan dengan ritual adat sangat bergantung pada kalender adat dan keputusan masyarakat setempat. Wisatawan sebaiknya tidak menganggap ritual sebagai pertunjukan, tetapi sebagai bagian dari kehidupan budaya yang harus dihormati.

Akses

Kampung Toda berada di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi, di kawasan barat daya Pulau Sumba. Dari pusat Kota Tambolaka, perjalanan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat menuju kawasan Kodi dan Pero Batang.

Informasi mengenai jarak dari Tambolaka berbeda-beda pada beberapa sumber lama, yaitu sekitar 35–39 km, sementara sumber lain mencatat jarak yang lebih jauh tergantung titik keberangkatan dan rute yang digunakan. Karena kondisi jalan dapat berubah, wisatawan disarankan menggunakan peta digital atau menanyakan kondisi jalan kepada pengelola/tokoh masyarakat sebelum berangkat.

Bagi wisatawan yang datang dari luar Sumba Barat Daya, perjalanan dapat dimulai dari Bandar Udara Lede Kalumbang (Tambolaka), kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Kecamatan Kodi dan Desa Pero Batang.

Transportasi umum menuju kawasan Pero Batang juga pernah tersedia dari Tambolaka/Waitabula, dengan perjalanan dilanjutkan menggunakan ojek atau kendaraan lokal menuju kampung. Namun, karena jadwal dan ketersediaan transportasi umum dapat berubah, wisatawan sebaiknya mengatur kendaraan terlebih dahulu.

Fasilitas

Kampung Toda telah dikembangkan sebagai salah satu kampung wisata dan rumah singgah bagi wisatawan. Pengembangan tersebut diarahkan agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan pariwisata dengan tetap mempertahankan budaya dan karakter kampung.

Fasilitas yang dapat ditemukan atau diakses wisatawan antara lain:- Rumah singgah/homestay berbasis rumah masyarakat.- Rumah adat sebagai bagian dari daya tarik wisata budaya.- Area kampung dan situs kubur batu.- Air bersih.- Pendampingan atau informasi dari

Listing lokasi yang tersedia saat ini mencantumkan kontak 0852-8260-7451 dan jam kunjungan sekitar 09.00–15.00 setiap hari. Karena informasi digital dapat berubah, konfirmasi sebelum perjalanan tetap disarankan.

Tips Berkunjung

  • Hormati aturan adat. Kampung Toda merupakan ruang hidup masyarakat, bukan hanya objek wisata. I
  • kuti arahan tokoh adat atau masyarakat setempat selama berada di kawasan kampung.Mintalah izin sebelum memotret. Beberapa rumah, benda pusaka, kubur batu, maupun kegiatan adat dapat memiliki aturan khusus mengenai dokumentasi.
  • Jangan menyentuh atau memindahkan benda pusaka. Benda-benda yang berada di Uma Kahilla dan tempat penyimpanan lainnya memiliki nilai sakral bagi masyarakat.
  • Gunakan pemandu atau pendamping lokal. Pendamping dari masyarakat akan membantu wisatawan memahami sejarah, nama rumah adat, fungsi benda pusaka, serta tata krama selama berada di kampung.
  • Kenakan pakaian yang sopan dan nyaman. Terutama apabila berkunjung ketika terdapat kegiatan adat atau ritual.
  • Siapkan uang tunai. Fasilitas pembayaran digital mungkin belum tersedia secara luas di kawasan kampung.
  • Konfirmasi kunjungan terlebih dahulu. Khusus untuk wisatawan yang ingin menginap, mengikuti aktivitas masyarakat, atau menyaksikan ritual adat, sebaiknya melakukan komunikasi dengan pengelola atau tokoh masyarakat sebelum kedatangan.
  • Jangan datang hanya untuk mengejar foto. Pengalaman terbaik di Kampung Toda adalah berinteraksi secara santun, mendengarkan cerita masyarakat, dan memahami nilai budaya yang masih hidup di dalam kampung.

Pengalaman yang Ditawarkan Kampung Toda menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari sekadar kunjungan ke objek wisata. Di sini, wisatawan dapat melihat bagaimana rumah adat, kubur batu, benda pusaka, tradisi, dan kehidupan masyarakat saling terhubung dalam satu ruang budaya.

Dengan pendekatan wisata berbasis masyarakat, kunjungan ke Kampung Toda sekaligus dapat menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Map