Situs Kampung Bondo Kapumbu merupakan salah satu kampung adat di Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya. Berada di kawasan perbukitan, kampung ini menawarkan perpaduan antara kekayaan budaya dan panorama alam yang luas. Dari ketinggian, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang terbuka sejauh mata memandang.
Kehidupan masyarakat di Kampung Bondo Kapumbu masih erat dengan adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi leluhur tetap dipertahankan dan tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk keberadaan berbagai nama suku beserta status dan kedudukannya di dalam struktur kampung.
Daya Tarik
Salah satu keunikan utama Kampung Bondo Kapumbu adalah keberadaan pelataran batu berukuran sekitar 10 × 10 meter yang berada di tengah kampung. Pelataran ini berfungsi sebagai mesbah, yaitu tempat berlangsungnya ritual adat Marapu yang dilakukan oleh para Rato atau imam adat.
Keberadaan mesbah tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang kampung memiliki fungsi adat dan keagamaan yang masih dipertahankan hingga saat ini.
Kampung ini juga memiliki 19 rumah adat (Uma Kalada) yang menjadi bagian dari tata ruang tradisional kampung. Di kawasan kampung terdapat sekitar 135 kubur batu tua dengan berbagai ukuran. Keberadaan rumah adat dan kubur batu tersebut menjadi bukti warisan budaya leluhur yang masih dapat dijumpai dalam lingkungan kampung hingga sekarang.
Selain peninggalan berupa bangunan dan kubur batu, sejumlah benda kuno peninggalan nenek moyang masih tersimpan di kampung, di antaranya tempayan botol, senapan kuno, mamoli, dan berbagai benda warisan lainnya. Benda-benda tersebut menjadi bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Kampung Bondo Kapumbu.
Aktivitas Wisata
Kunjungan ke Situs Kampung Bondo Kapumbu memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat kehidupan budaya masyarakat Sumba Barat Daya. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:
– Menjelajahi kawasan kampung adat dan melihat tata ruang tradisional.
– Mengamati rumah adat Uma Kalada.
– Melihat keberadaan kubur batu tua yang tersebar di kawasan kampung.
– Mengenal sejarah dan tradisi masyarakat melalui cerita dari warga atau tokoh adat.
– Mengenal benda-benda kuno peninggalan leluhur yang masih tersimpan di kampung.
– Mengamati keberadaan mesbah sebagai ruang penting dalam pelaksanaan ritual adat Marapu.
– Menikmati panorama alam dari kawasan perbukitan.
– Memotret lanskap alam dan suasana kampung dari ketinggian.
Apabila kunjungan bertepatan dengan pelaksanaan ritual adat, wisatawan dapat memperoleh pengalaman budaya yang lebih mendalam. Namun, kegiatan ritual merupakan bagian dari kehidupan adat masyarakat dan bukan pertunjukan wisata. Karena itu, pengunjung perlu mengikuti arahan Rato atau masyarakat setempat dan meminta izin sebelum mendokumentasikan kegiatan adat.
Akses
Situs Kampung Bondo Kapumbu berada di Desa Karuni, Kecamatan Loura, sekitar 9 km dari Kota Tambolaka dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.
Akses menuju kawasan kampung sebagian besar telah menggunakan jalan beraspal, kemudian dilanjutkan dengan sekitar 500 meter jalan pengerasan menuju kampung.
Dari Kota Tambolaka, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa jasa travel maupun ojek. Angkutan kota atau bemo juga beroperasi setiap hari dan dapat menjadi salah satu pilihan transportasi menuju kawasan tersebut. Karena perjalanan menuju kampung melalui jalan pengerasan, pengunjung sebaiknya menyesuaikan kendaraan dengan kondisi jalan dan cuaca.
Fasilitas
Lokasi Situs Kampung Bondo Kapumbu berada tidak jauh dari pusat Kota Tambolaka. Hotel, restoran, dan berbagai kebutuhan wisatawan dapat ditemukan di kawasan Kota Tambolaka yang berjarak sekitar 9 km dari situs.
Di dalam kawasan kampung, fasilitas wisata masih relatif sederhana dan lebih mengandalkan lingkungan serta kehidupan masyarakat sebagai bagian dari pengalaman kunjungan. Wisatawan yang membutuhkan akomodasi sebaiknya memilih penginapan di Kota Tambolaka.
Tips Berkunjung
Hormati adat dan kepercayaan masyarakat. Kampung Bondo Kapumbu merupakan kampung adat yang masih menjalankan tradisi leluhur. Ikuti arahan Rato atau masyarakat selama berada di kawasan kampung.
Mintalah izin sebelum memasuki area tertentu. Tidak semua ruang dalam kampung dapat diakses secara bebas, terutama ruang yang berkaitan dengan ritual dan benda-benda sakral.
Jangan menyentuh atau memindahkan benda kuno. Benda peninggalan leluhur memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat.
Tanyakan terlebih dahulu sebelum memotret. Terutama ketika mengambil gambar rumah adat, benda pusaka, kubur batu, maupun kegiatan ritual.
Gunakan alas kaki yang nyaman. Perjalanan menuju kampung dilanjutkan melalui sekitar 500 meter jalan pengerasan dan beberapa area di dalam kampung dapat memiliki permukaan yang tidak rata.
Bawa air minum dan kebutuhan pribadi. Fasilitas wisata di dalam kampung masih terbatas.
Jaga kebersihan lingkungan. Jangan meninggalkan sampah selama berada di kawasan kampung adat.
Nikmati panorama dari ketinggian dengan tetap berhati-hati. Perhatikan pijakan dan hindari berdiri terlalu dekat dengan tepian atau lokasi yang memiliki kemiringan.
Situs Kampung Bondo Kapumbu menawarkan pengalaman wisata yang mempertemukan warisan budaya, kehidupan adat, peninggalan leluhur, dan panorama perbukitan dalam satu kawasan. Kedekatannya dengan Kota Tambolaka menjadikan kampung ini sebagai salah satu pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal kehidupan budaya Sumba Barat Daya tanpa harus melakukan perjalanan jauh dari pusat kota.