Direktori Wisata Sumba Barat Daya | Dinas Pariwisata Sumbadaya

pelatihan dan bimtek ekonomi kreaatif kopi dan kacang mete

Pelatihan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Ekonomi Kreatif Dorong Penguatan Produk Kopi dan Kacang Mete di Sumba Barat Daya

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Ekonomi Kreatif pada tanggal 16-18 Oktober 2025 di Hotel Sinar Tambolaka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dalam pengelolaan, pengolahan, dan pemasaran produk lokal unggulan, khususnya kopi dan mete, yang menjadi komoditas potensial di wilayah Sumba Barat Daya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka secara resmi oleh Christofel Horo, SH selaku Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat mengembangkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat semangat kewirausahaan berbasis potensi lokal yang kita miliki,” ujar Plt. Kepala Dinas dalam sambutannya.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang pengenalan karakteristik produk kopi dan kacang mete, serta pengenalan peralatan pendukung pengolahan. Narasumber Desiyanti Karlina Jacob (kopi) dan Mariana Noda Ngara (mete) memandu peserta dalam memahami standar mutu produk serta praktik dasar pengelolaan bahan baku. Sesi dilanjutkan dengan simulasi pengelolaan kopi dan kacang mete, di mana peserta terlibat langsung dalam proses pengolahan.

Memasuki hari kedua, pelatihan difokuskan pada praktek dan simulasi lanjutan pengolahan kopi dan kacang mete bersama Desiyanti Karlina Jacob dan Vincenssina Binaisuri. Peserta berkesempatan melakukan praktik pengolahan secara langsung, mulai dari tahap pemilihan bahan hingga pengemasan produk.
Pada sore hari, sesi dilanjutkan dengan materi “Siapa itu Pengusaha: Membangun Jiwa Entrepreneurship Berbasis Potensi Lokal” yang dibawakan oleh William Fangidae, S.Sos. Materi ini memberikan inspirasi dan wawasan bagi peserta tentang pentingnya membangun karakter wirausaha yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Kegiatan hari kedua ditutup dengan sesi pengemasan produk, yang juga dipandu oleh William Fangidae.

pelatihan dan bimtek ekonomi kreatif kopi dan kacang mete
narasumber menjelaskan materi pengelolaan kacang mete

Pada hari terakhir, peserta mengikuti materi Strategi Pemasaran Efektif yang kembali disampaikan oleh William Fangidae, S.Sos. Sesi ini membahas teknik promosi dan pemasaran produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi Manajemen Usaha dan Keuangan, serta evaluasi hasil pelatihan bersama seluruh narasumber. Sebelum kegiatan di tutup, Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif memberikan hibah peralatan untuk mendukung usaha kopi dan kacang mete kepada kelompok peserta Pelatihan.

Acara ditutup secara resmi oleh Noldy Hosea Pellokila, S.Sos, M.M selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang dalam sambutannya menyampaikan Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, khususnya melalui inisiatif One Village One Product (OVOP). Program OVOP menekankan pentingnya setiap desa memiliki produk unggulan berbasis potensi lokal yang dikembangkan secara berkelanjutan, bernilai tambah, dan memiliki daya saing. Dalam konteks Kabupaten Sumba Barat Daya, kopi dan kacang mete merupakan komoditas strategis yang sangat potensial untuk dijadikan produk unggulan desa.

pelatihan dan bimtek ekonomi kreatif kopi dan kacang mete
pembagian hibah alat produksi kopi dan kacang mete

Wujud Nyata Penguatan Ekonomi Kreatif Lokal

Melalui kegiatan Pelatihan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Ekonomi Kreatif ini, Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengembangkan kopi dan kacang mete sebagai produk kreatif khas desa. Dengan branding yang kuat, inovasi produk, serta strategi pemasaran modern, kopi dan mete dari Sumba Barat Daya dapat menjadi bagian dari produk unggulan NTT yang tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan internasional

Comments are closed