Dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, Dinas Pariwisata melalui Bidang Ekonomi Kreatif menyelenggarakan kegiatan Pelatihan, Bimbingan Teknis, dan Pendampingan Ekonomi Kreatif (Pelatihan Pengolahan Jambu Mete). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 29 April hingga 1 Mei, bertempat di Kampung Adat Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo.

Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya dalam mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Peserta kegiatan merupakan masyarakat Desa Maliti Bondo Ate yang memiliki potensi dalam pengembangan komoditas lokal, khususnya jambu mete. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pengetahuan dan praktik langsung terkait proses pengolahan jambu mete, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga pengemasan produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual.
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, hadir Bapak Markus NGOngo Mere KII, seorang pelaku usaha kacang mete dari Desa Kataparoro, Kecamatan Kota Tambolaka. Dengan pengalaman yang dimiliki dalam pengelolaan usaha kacang mete, beliau memberikan berbagai materi dan pendampingan praktis kepada peserta mengenai teknik produksi, pengembangan produk, serta strategi pemasaran hasil olahan jambu mete.
Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik pengolahan secara langsung. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik serta mendorong masyarakat untuk mampu mengembangkan usaha kreatif secara mandiri.

Kepala Dinas Pariwisata melalui Bidang Ekonomi Kreatif berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menggali dan mengembangkan potensi lokal, sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Dengan adanya pelatihan ini, jambu mete yang selama ini menjadi salah satu hasil perkebunan masyarakat diharapkan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal terus didorong sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya.





