Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat serta memperkuat pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat, Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya menyelenggarakan Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat untuk Pengembangan Pariwisata yang berlangsung selama tiga hari di Desa Maliti Bondo Ate, Kampung Adat Ratenggaro, Kecamatan Kodi Bangedo.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat yang memiliki peran penting dalam pengembangan sektor pariwisata, antara lain Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta kelompok adat Kampung Adat Ratenggaro. Kehadiran para peserta menjadi bukti komitmen bersama dalam mendukung kemajuan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Heribertus D. Hakalolu, S.Sos (Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya) ; Elisabeth Kaka, S.Pd (Camat Kodi Bangedo) serta Soleman Milla Ate (Tokoh Masyarakat/Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya). Para narasumber memberikan berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan wisata, pengelolaan destinasi, serta peran masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan potensi wisata daerah.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata menegaskan bahwa masyarakat merupakan aktor utama dalam pengembangan pariwisata. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi langkah strategis agar masyarakat mampu mengelola potensi wisata secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur.
Camat Kodi Bangedo juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan destinasi wisata sehingga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Adat Ratenggaro. Sementara itu, Kabag Organisasi menekankan pentingnya tata kelola kelembagaan yang baik agar organisasi masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Selama pelaksanaan kegiatan hari pertama dan kedua, peserta aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab yang membahas berbagai tantangan serta peluang pengembangan pariwisata di Kampung Adat Ratenggaro. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku wisata, dan masyarakat adat dalam mendukung kemajuan pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya.
Selain mendengarkan materi dan berdiskusi, pada hari ketiga peserta mengikuti kegiatan pembelajaran secara langsung melalui kegiatan study tour ke Kampung Adat Praijing. Melalui study tour ini, peserta diajak untuk belajar dan bertinteraksi langsung langsung dengan pengurus Kampung Adat Praijing.Melalui kegiatan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat ini, diharapkan potensi wisata Ratenggaro dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya dan tradisi lokal.

Kampung Adat Ratenggaro yang dikenal dengan rumah adat khas menjulang tinggi serta kekayaan budaya yang masih terjaga, merupakan salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya berharap hasil dari Bimtek ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan mewujudkan pariwisata yang berdaya saing, berkelanjutan, serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.




