Direktori Wisata Sumba Barat Daya | Dinas Pariwisata Sumbadaya

Penerbangan Langsung Tambolaka–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Perkuat Konektivitas dan Dorong Pariwisata Nusa Tenggara Timur

Tambolaka - Labuan Bajo

Tambolaka – Konektivitas udara di kawasan Nusa Tenggara Timur semakin diperkuat dengan dibukanya rute penerbangan langsung Tambolaka (TMC) – Labuan Bajo (LBJ) oleh Wings Air. Layanan ini akan mulai beroperasi pada 23 Juli 2026 untuk rute Labuan Bajo–Tambolaka dan 24 Juli 2026 untuk rute Tambolaka–Labuan Bajo.

Kehadiran rute baru ini menjadi langkah strategis dalam mempererat konektivitas antara Pulau Flores dan Pulau Sumba, sekaligus membuka akses perjalanan yang lebih mudah bagi masyarakat, pelaku usaha, instansi pemerintah, serta wisatawan.

Penerbangan Labuan Bajo–Tambolaka (IW-1916) dijadwalkan beroperasi setiap Senin, Kamis, dan Sabtu, berangkat pukul 16.05 WITA dan tiba pukul 16.50 WITA. Sementara itu, penerbangan Tambolaka–Labuan Bajo (IW-1917) akan melayani penumpang setiap Selasa, Jumat, dan Minggu, berangkat pukul 08.10 WITA dan tiba pukul 08.55 WITA.

Bandara Lede Kalumbang Tambolaka merupakan pintu gerbang udara bagi wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Tengah. Sementara itu, Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo menjadi salah satu simpul transportasi udara utama yang menghubungkan Flores dengan berbagai kota di Indonesia.

Melalui rute ini, masyarakat Sumba memperoleh akses yang lebih mudah menuju Labuan Bajo serta berbagai kota lain seperti Kupang, Bali, Lombok, Makassar, Surabaya, Jakarta, Bajawa, Ende, dan Maumere melalui jaringan penerbangan Wings Air dan Lion Group. Sebaliknya, masyarakat Flores juga semakin mudah menjangkau Pulau Sumba maupun kota-kota lainnya melalui Tambolaka.

Bagi sektor pariwisata, pembukaan rute ini menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Wisatawan kini dapat menikmati pengalaman menjelajahi dua destinasi unggulan di Nusa Tenggara dalam satu rangkaian perjalanan, mulai dari pesona bahari Labuan Bajo hingga kekayaan budaya, tradisi, dan bentang alam Pulau Sumba.

Selain mendukung sektor pariwisata, konektivitas ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan mobilitas masyarakat, distribusi barang, investasi, perdagangan, serta kolaborasi antardaerah di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Seluruh penerbangan dilayani menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, yang dirancang untuk melayani rute-rute antarpulau secara optimal. Untuk kemudahan perjalanan, pelanggan dapat melakukan pemesanan tiket, check-in online, serta menikmati berbagai layanan tambahan melalui aplikasi BookCabin.

Pembukaan rute penerbangan langsung Tambolaka–Labuan Bajo menjadi momentum penting dalam memperkuat aksesibilitas Pulau Sumba sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan arus kunjungan wisatawan, mobilitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus meningkat secara berkelanjutan.